Pemerintah Siapkan Stimulus Ini Guna Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,5% di Kuartal I

Jakarta, MI - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026. Langkah ini diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, stimulus yang disiapkan antara lain bantuan pangan untuk sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
"Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif transportasi selama periode mudik," kata dia dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Minggu (8/3/2026).
Lanjut dia mengatakan pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat lebih fleksibel memanfaatkan insentif transportasi tersebut.
"Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah," jelas Airlangga.
Momentum konsumsi masyarakat juga diperkirakan akan meningkat melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja.
Di sisi lain, perusahaan layanan transportasi online turut memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.
"Tentu kami berharap momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini harus kita dorong agar bisa lebih tinggi dari tahun lalu,” ujar Airlangga.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen pada kuartal I-2026. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan konsumsi masyarakat serta aktivitas penjualan di sektor ritel.
Selain mendorong konsumsi, Airlangga juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap produksi dalam negeri agar tetap mampu bersaing di tengah persaingan global.
“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi, karena semua negara mencari pasar yang besar. Indonesia dengan sekitar 287 juta penduduk merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara,” pungkasnya.
Topik:
