IHSG Berpeluang Menguat, Berpotensi Uji Level 7.600

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (11/3/2026), setelah pada sesi sebelumnya naik 1,41% ke level 7.440,9.
Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat mengalami koreksi tajam sehari sebelumnya. Rebound indeks didorong oleh beberapa faktor, seperti meredanya tekanan dari harga minyak mentah, penguatan indeks saham global seperti Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Wall Street, serta aksi technical rebound di pasar domestik.
Pada perdagangan sebelumnya, seluruh sektor saham mencatatkan penguatan. Sektor barang baku menjadi yang paling menonjol seiring dengan kenaikan kembali harga emas global. Sementara itu, nilai tukar Rupiah juga ditutup menguat di sekitar Rp16.855 per dolar AS.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI masih berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Di sisi lain, histogram negatif pada indikator MACD masih terbentuk dan posisi IHSG masih berada di bawah moving average lima hari (MA5).
Berdasarkan riset dari Phintraco Sekuritas, peluang penguatan lanjutan indeks masih terbuka, terutama jika IHSG mampu menembus level tertentu.
"Jika IHSG mampu ditutup di atas level 7.500, maka peluang rebound lanjutan untuk menguji level 7.600 akan semakin terbuka,” tulis Phintraco Sekuritas.
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari data penjualan ritel Indonesia yang tumbuh 5,7% secara tahunan (yoy) pada Januari 2026. Angka ini meningkat dari 3,5% YoY pada Desember 2025 dan lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 4% YoY.
Kinerja penjualan ritel pada Februari 2026 juga diperkirakan akan meningkat. Hal ini didorong oleh momentum Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Idulfitri.
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Februari 2026. Inflasi diperkirakan tetap stabil di 2,4% YoY, sedangkan core CPI diproyeksikan bertahan di 2,5% YoY.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, yaitu INKP, ASII, INDY, MBMA, dan TINS.
Topik:
