Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6 Persen

Jakarta, MI - Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan awal sesi Asia, Kamis (12/3/2026). Kenaikan ini dipicu laporan adanya serangan terhadap dua kapal tanker di perairan Irak, yang kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Mengutip Investing.com, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak berjangka, yang menjadi acuan pasar domestik Amerika Serikat—melonjak sekitar 6,5 persen hingga menyentuh USD91,58 per barel.
Sejumlah laporan media menyebut dua kapal tanker minyak internasional diserang di Teluk Persia utara, dekat Irak dan Kuwait. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kedua kapal tersebut terbakar hebat.
Beberapa saluran televisi Irak bahkan mengaitkan insiden tersebut dengan serangan Iran.
Serangan itu terjadi sebagai babak terbaru permusuhan dalam konflik Iran, yang menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda saat memasuki hari ketiga belas berturut-turut pada Kamis.
Serangan terhadap kapal tanker minyak tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan yang disebabkan oleh perang, terutama karena Iran memperingatkan tidak ada minyak mentah yang akan melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran utama.
Pada awal pekan ini, Iran bahkan memblokir jalur tersebut, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Meski demikian, lonjakan harga minyak masih tertahan dan belum menembus level tertinggi dalam sepekan. Hal ini terjadi karena sejumlah negara mulai mengambil langkah untuk meredam potensi guncangan pasokan.
Laporan menyebutkan Badan Energi Internasional (IEA) tengah bersiap melepas hingga 400 juta barel minyak dari cadangan strategisnya. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan rencana pelepasan sekitar 172 juta barel minyak dari cadangan strategis guna menstabilkan pasokan energi di tengah konflik dengan Iran.
Topik:
