BEI Pantau 4 Saham Ini yang Bergerak Tidak Wajar, Ada ASPI hingga ASPR

Jakarta, MI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan sejumlah saham yang dinilai tidak biasa di pasar.
Empat emiten yang masuk dalam pemantauan bursa adalah PT Andalan Sakti Primaindo Tbk, PT Hotel Fitra International Tbk, PT Aracord Nusantara Group Tbk, dan PT Asia Pramulia Tbk.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyatakan telah mendeteksi pergerakan harga yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA) pada sejumlah saham tersebut, baik berupa penurunan tajam maupun kenaikan yang tidak biasa.
"Dalam rangka perlindungan investor, kami menginformasikan adanya penurunan harga saham ASPI, FITT, dan RONY yang berada di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata Aji dalam keterangan resminya, dikutip Senin (16/3/2026).
Tiga Saham Turun Tajam
Saham ASPI menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sepekan, saham ini turun 3,76%, sedangkan dalam satu bulan terakhir merosot 39,05%. Namun setelah pengumuman UMA dirilis, saham ASPI justru menguat 1,59% ke level Rp256 pada sesi pertama perdagangan Senin (16/3).
Tekanan yang lebih tajam terjadi pada saham FITT. Dalam sepekan terakhir saham ini anjlok 44,75%, dan dalam satu bulan telah turun 53,73%. Meski demikian, pada perdagangan terbaru sahamnya sempat naik 3,24% ke Rp382.
Sementara itu, saham RONY juga mengalami penurunan signifikan. Dalam satu minggu sahamnya terkoreksi 41,86%, dan dalam satu bulan bahkan ambruk hingga 61,3%. Pada perdagangan terbaru, saham RONY masih melanjutkan pelemahan dengan turun 12,88% ke Rp1.285.
Berbeda dengan tiga saham lainnya, BEI juga menyoroti saham ASPR yang justru mengalami kenaikan harga tidak biasa.
“Dalam rangka perlindungan investor, kami juga menginformasikan adanya peningkatan harga saham ASPR yang berada di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” jelas BEI.
Dalam sepekan terakhir, saham ASPR sempat naik 11,03%, meski pada perdagangan terbaru justru terkoreksi 14,2% ke level Rp151.
Investor Diminta Waspada
Aji menegaskan pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran aturan di pasar modal.
Saat ini, bursa masih mencermati pola transaksi yang terjadi pada saham-saham tersebut. Dia juga mengimbau investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
"Investor disarankan memperhatikan keterbukaan informasi dari perusahaan, mencermati kinerja emiten, serta mempertimbangkan berbagai risiko sebelum melakukan transaksi saham," pungkas dia.
Topik:
