Jelang Libur Lebaran, IHSG Diprediksi ke Posisi 7.150

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026 diperkirakan akan fluktuatif menjelang libur panjang Idulfitri.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.900, pivot 7.000, dan resistance 7.150.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,61% ke level 7.022,29 pada perdagangan kemarin.
Pergerakan IHSG masih dibebani sejumlah sentimen negatif, antara lain:
- Kekhawatiran kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu inflasi
- Risiko pelebaran defisit APBN
- Pelemahan rupiah yang berlanjut
- Potensi perlambatan ekonomi domestik
"Selain itu, menjelang libur panjang, investor cenderung bersikap wait and see sehingga aktivitas transaksi menjadi lebih terbatas," tulis Phintraco Sekuritas.
Nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp16.997 per dolar AS di pasar spot. Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona merah pada perdagangan sebelumnya.
Dari global, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan penundaan kunjungan ke China turut menambah ketidakpastian pasar.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan meningkat menjadi 10,1% pada Februari 2026, dari 9,96% pada Januari 2026.
Dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati, yaitu CPIN, SCMA, MYOR, MEDC, dan ESSA.
Secara keseluruhan, IHSG hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran 6.900 hingga 7.150, dengan kecenderungan pergerakan yang masih volatil.
Topik:
