BREAKINGNEWS

BI Banyak Guyur Likuiditas ke Bank BUMN, Nilainya Capai Rp225,6 Triliun

Gedung Bank Mandiri
Gedung PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, sejak diperkuat pada 16 Desember 2025, kebijakan KLM diarahkan untuk memberikan insentif lebih besar kepada bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor tertentu (lending channel).

Lalu insentif itu juga disebar ke bank yang responsif menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (interest rate channel).

Hingga minggu pertama Maret 2026, total insentif likuiditas yang telah disalurkan mencapai Rp427,1 triliun. 

"Dari jumlah tersebut, sebesar Rp357,6 triliun dialokasikan untuk lending channel, sementara Rp69,5 triliun melalui interest rate channel," kata dia dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan kelompok bank, penyaluran insentif terbesar diberikan kepada bank BUMN sebesar Rp225,6 triliun, diikuti bank swasta nasional (BUSN) Rp165,8 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp28,0 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) Rp7,7 triliun.

Dia menyebut, insentif ini difokuskan pada sektor-sektor prioritas, seperti pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi dan real estate, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan ekonomi berkelanjutan.

"BI menilai kebijakan ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memperkuat kontribusi sektor prioritas terhadap perekonomian," tutup dia.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru