Apindo Buka Suara soal Rencana WFH demi Hemat BBM

Jakarta, MI - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai rencana pemerintah menerapkan kerja dari rumah (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa diberlakukan secara menyeluruh di semua sektor usaha.
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani memahami upaya penghematan energi penting dilakukan, terutama untuk meredam dampak kenaikan harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
“Kami mendukung ada penghematan, ada efisiensi, tetapi kita juga mesti melihat bahwa tidak semudah itu untuk bisa menerapkan WFH,” ujar Shinta saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Karena itu, Apindo mendorong agar kebijakan WFH disesuaikan dengan kondisi dan karakter masing-masing perusahaan. Ia mencontohkan, pekerja pabrik tidak memungkinkan menjalankan sistem kerja jarak jauh.
“Jadi kita harus melihat situasi dan kondisi daripada perusahaan masing-masing. Terutama untuk karyawan pabrik dan lain-lain, itu kan tidak mungkin mereka pakai sistem WFH,” tuturnya.
Di sisi lain, Shinta menjelaskan bahwa memanasnya konflik di Timur Tengah ikut memberi tekanan pada dunia usaha, terutama dari sisi biaya operasional. Lonjakan harga minyak akibat perang berdampak langsung pada naiknya ongkos logistik serta aktivitas ekspor-impor. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai pelaku usaha.
“Jadi ini semua satu situasi yang sama-sama harus kita cermati dan bagaimana pemerintah bisa terus mendukung dengan kondisi yang ada,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) apabila terjadi krisis imbas perang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan WFH serta pengurangan hari kerja.
“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ungkap Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Topik:
