BREAKINGNEWS

OJK: Penyaluran KPR Subsidi Capai RP235,91 Triliun hingga Januari 2026

OJK: Penyaluran KPR Subsidi Capai RP235,91 Triliun hingga Januari 2026
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja penyaluran kredit oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menunjukkan hasil positif sejak awal 2026, terutama dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Hingga Januari 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi mencapai Rp235,91 triliun. Angka ini tumbuh 9,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menunjukkan peran aktif perbankan dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa penyaluran kredit yang baik harus tetap disertai manajemen risiko yang terukur.

"Program pemerintah ini juga bisa menjadi peluang bagi perbankan untuk mengembangkan bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan kredit dan mendorong pemerataan ekonomi," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).

Selain KPR, Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mencatat kinerja yang positif. Hingga Januari 2026, total penyaluran KUR mencapai Rp21,81 triliun, yang telah diberikan kepada sekitar 369 ribu debitur.

Tak hanya itu, pembiayaan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga sudah terealisasi sebesar Rp1,21 triliun, setara dengan sekitar 1.373 dapur layanan gizi.

Meski kinerjanya positif, OJK mengingatkan adanya risiko yang perlu diwaspadai, terutama potensi meningkatnya kredit bermasalah (NPL). Risiko ini bisa muncul jika penyaluran kredit dilakukan terlalu cepat tanpa seleksi dan pengawasan yang memadai.

Dia menyatakan, OJK akan terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian, seperti Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, dan Kementerian Keuangan, serta menjalin komunikasi dengan industri perbankan. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program pemerintah dan stabilitas sistem keuangan.

"Perbankan juga pentin untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik. Dengan begitu, kinerja bank dapat tetap terjaga dan terus tumbuh secara sehat," pungkas dia.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru