Bos Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia Usai Jalani Perawatan di Singapura

Jakarta, MI - Dunia usaha Indonesia berduka atas wafatnya pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, pada Kamis (19/3/2026). Dia meninggal dunia saat menjalani perawatan di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat.
Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sosok penting di balik kesuksesan perusahaan tersebut. Kepergian Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi dunia bisnis nasional.
"Kami seluruh keluarga besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ucap Budi Darmawan kepada awak media di Jakarta, dikutip Kamis (19/3).
Michael Bambang Hartono bersama sang adik, Robert Budi Hartono, merupakan pemilik Grup Djarum yang mereka warisi dari ayahnya, Oei Wie Gwan, sejak 1963.
Di bawah kepemimpinan keduanya, bisnis keluarga berkembang pesat dan merambah berbagai sektor.
Keduanya juga sempat menjadi orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun, didukung oleh kesuksesan investasi di Bank Central Asia (BCA) serta diversifikasi usaha yang luas.
Tak hanya di dunia bisnis, Grup Djarum juga dikenal melalui kepemilikan klub sepak bola Italia, Como 1907, yang berhasil bangkit dari kebangkrutan hingga kembali ke kasta tertinggi Liga Italia.
Di luar bisnis, Bambang Hartono juga memiliki prestasi sebagai atlet bridge. Ia tercatat sebagai atlet tertua di Asian Games 2018 pada usia 78 tahun dan berhasil meraih medali perunggu.
Wafat di usia 86 tahun, Michael Bambang Hartono dikenang sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati. Dia bahkan pernah menjadi perbincangan publik karena kesederhanaannya saat makan di warung tahu pong di Semarang.
Topik:
