Hemat BBM, Pemerintah Kaji WFH 1 Hari Kerja per Pekan

Jakarta, MI - Pemerintah tengah mengkaji penerapan skema kerja fleksibel work from home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja sebagai upaya menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan ini berpotensi memberikan penghematan signifikan dari sisi mobilitas harian.
“Penghematan dari penggunaan bensin bisa cukup besar, sekitar seperlima dari konsumsi biasanya,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resminya, seperti dikutip Jumat (20/3/2026).
Saat ini, pemerintah masih mematangkan aspek teknis pelaksanaannya. Jika diterapkan, skema WFH ini tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diikuti oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.
Rencananya, kebijakan ini akan mulai diterapkan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Namun, waktu pasti pelaksanaannya masih akan disesuaikan dengan kondisi global, termasuk perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik.
Airlangga mengaku, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan fiskal di tengah tekanan global.
Salah satunya dengan memastikan defisit APBN tetap terjaga di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L).
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah lain untuk menghadapi kenaikan harga energi dan komoditas. Di antaranya meningkatkan produksi batu bara melalui penyesuaian RKAB, serta mengkaji kebijakan pajak ekspor untuk mendongkrak penerimaan negara.
Di sektor energi, pemerintah juga mendorong percepatan peralihan dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna menekan biaya energi di tengah tingginya harga minyak.
Topik:
