IHSG Telah Tersungkur 24,27% dari Posisi Puncaknya di Level 9.134

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan kuat sepanjang 2026 dan sempat masuk tren bearish yang cukup dalam.
Dari posisi tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026, IHSG merosot tajam hingga menyentuh level 6.917,32 pada 16 Maret 2026 (intraday).
Artinya, indeks telah turun 2.217 poin atau sekitar 24,27% hanya dalam waktu kurang lebih 55 hari.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad mengungkapkan, sepanjang 2026 investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp8,85 triliun. Tekanan jual ini turut membebani pergerakan IHSG.
Dalam jangka pendek, pelemahan juga terlihat secara mingguan. Pada periode 9-13 Maret 2026, IHSG turun 5,91% dari level 7.585 menjadi 7.137. Penurunan ini diikuti oleh turunnya kapitalisasi pasar sebesar 6,96% menjadi Rp12.678 triliun.
Tak hanya indeks, aktivitas perdagangan juga ikut melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun 31,10% menjadi Rp17,20 triliun.
Frekuensi transaksi merosot 31,54% menjadi 1,87 juta kali, sementara volume perdagangan harian turun 25,49% menjadi 31,55 miliar saham.
Di tengah tekanan tersebut, BEI tetap berupaya menjaga aktivitas pasar dan meningkatkan literasi investor.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain menghadirkan fitur syariah di aplikasi IDX Mobile serta mendorong kampanye global terkait kesetaraan gender di pasar modal.
Topik:
