Laba Ramayana Turun 15% Jadi Rp265,28 Miliar pada 2025

Jakarta, MI - Kinerja bisnis PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) masih tertekan di sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (29/3/2026), Ramayana membukukan laba bersih sebesar Rp265,28 miliar, turun 15,53% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp314,05 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham juga menurun menjadi Rp44,73 dari sebelumnya Rp52,90.
Penurunan laba ini terjadi seiring melemahnya pendapatan. Sepanjang 2025, total pendapatan RALS tercatat Rp2,36 triliun, turun 14,49% dari Rp2,76 triliun pada tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut berasal dari penjualan barang beli putus sebesar Rp1,72 triliun (turun dari Rp2,06 triliun) serta komisi penjualan konsinyasi Rp642,94 miliar (turun dari Rp702,27 miliar).
Dari sisi biaya, beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp1,13 triliun dari Rp1,36 triliun. Namun, laba kotor tetap turun menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,39 triliun.
Beban penjualan juga turun menjadi Rp80,02 miliar, sementara beban umum dan administrasi sedikit menurun menjadi Rp1,08 triliun.
Di sisi lain, pendapatan lain-lain justru meningkat menjadi Rp137,45 miliar dari Rp109,43 miliar. Meski begitu, laba usaha tetap turun menjadi Rp195,58 miliar dari Rp255,46 miliar.
Untuk pos keuangan, pendapatan keuangan tercatat Rp118,77 miliar (turun dari Rp131,94 miliar), sementara biaya keuangan menurun menjadi Rp25,83 miliar. Beban pajak penghasilan juga turun signifikan menjadi Rp23,24 miliar dari Rp42,28 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan menyusut menjadi Rp4,76 triliun dari Rp4,95 triliun pada akhir 2024. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas yang turun masing-masing menjadi Rp1,27 triliun dan Rp3,49 triliun.
Topik:
