Rugi Mayapada Hospital Capai Rp199 Miliar di 2025, Naik 7 Kali Lipat

Jakarta, MI - Emiten pengelola rumah sakit (RS) Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat kinerja buruk di sepanjang 2025. Karena, perseroan mengalami rugi yang mendalam di tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (30/3/2026), SRAJ membukukan rugi bersih sebesar Rp199 miliar di 2025, melonjak drastis sekitar 7 kali lipat dibandingkan rugi Rp23,51 miliar pada tahun sebelumnya.
Akibatnya, rugi per saham juga naik signifikan menjadi Rp16,31 dari sebelumnya Rp1,96.
Meski rugi, perseroan masih membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,63% menjadi Rp2,58 triliun, dari Rp2,34 triliun pada 2024. Pendapatan ini terutama berasal dari layanan rawat inap sebesar Rp2,08 triliun dan rawat jalan Rp1,41 triliun, setelah dikurangi biaya jasa tenaga ahli.
Secara wilayah, kontribusi terbesar masih datang dari Jabodetabek sebesar Rp2,04 triliun, sementara luar Jabodetabek menyumbang Rp545,24 miliar.
Namun, peningkatan pendapatan tersebut tidak mampu menahan lonjakan biaya. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,53 triliun, sementara beban operasional juga meningkat tajam.
Beban penjualan naik menjadi Rp53,94 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi melonjak signifikan ke Rp922,33 miliar dari sebelumnya Rp689,15 miliar. Alhasil posisi laba usaha turun menjadi Rp85,48 miliar dari Rp157,74 miliar.
Tekanan terbesar datang dari beban keuangan yang mencapai Rp210,92 miliar, dari sebelumnya nihil. Beban ini terutama terkait biaya utang dan transaksi surat berharga. Selain itu, beban lain-lain juga meningkat menjadi Rp176,63 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan naik menjadi Rp7,62 triliun. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp6,28 triliun dan Rp1,33 triliun.
Topik:
