BREAKINGNEWS

BBM Non Subsidi Naik 1 April? Ini Kata Bahlil

BBM Non Subsidi Naik 1 April? Ini Kata Bahlil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026). (Foto: Dok BPMI Setpres)

Jakarta, MI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka suara kepada khalayak masyarakat luas terkait isu kenaikan Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 April 2026.

Menurut Bahlil, harga BBM non subsidi itu sudah jelas berdasarkan Peraturan ESDM tahun 2022, yang mengatur dua formulasi BBM.

"Peraturan itu untuk, satu BBM industri dan satu bbm lagi untuk non industri. Kalau industri, tanpa diumumkan pun mengikuti harga pasar. Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan, maka dia akan mengikuti harga pasar," ucap Bahlil dalam video Sekretariat Presiden, seperti dikutip Selasa (31/3/2026).

BBM industri yang Bahlil maksudkan adalah bensis yang mengandung RON 95 maupun 98. Biasanya, BBM ini dibeli oleh orang-orang mampu.

"Mohon maaf, contohnya pak Rosan Roeslani (Menteri Investasi dan CEO Danantara) dan Pak Seskab Teddy, masa pakai bbm subsidi ya kan. Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar monggo, tugas negara menyiapkan bbm saja, yang bayar mereka. itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," tegas Bahlil.

Bahlil menambahkan, pemerintah saat ini lebih memfokuskan perhatian pada BBM subsidi yang menyangkut kebutuhan masyarakat luas, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Bahlil kembali menegaskan keputusan terkait BBM subsidi akan diumumkan pada waktu yang tepat oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Bahlil memastikan bahwa kebijakan yang diambil nantinya akan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Insya Allah kebijakan yang diambil akan mempertimbangkan kondisi rakyat. Kita tunggu saja tanggal mainnya," tutup dia.

Hingga Selasa, 31 Maret 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih terpantau stabil dan belum mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 1 Maret 2026.

Seperti pola yang biasa terjadi, penyesuaian harga BBM umumnya dilakukan setiap awal bulan. Perubahan tersebut mempertimbangkan beberapa faktor utama, seperti harga minyak mentah Indonesia (ICP), acuan harga internasional Mean of Platts Singapore (MOPS), serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Di SPBU Pertamina wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga BBM non-subsidi masih bertahan. Misalnya, Pertamax (RON 92) masih tetap di level Rp12.300 per liter, sama seperti awal Maret, tapi lebih tinggi dibanding Februari yang berada di Rp11.800 per liter.

Jenis BBM lainnya juga masih bertahan di harga yang sama sejak awal Maret. Pertamax Green 95 dibanderol Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Sementara itu, BBM subsidi belum mengalami perubahan sejak September 2022. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap di Rp6.800 per liter.

Kenaikan harga pada awal Maret lalu tidak hanya terjadi di SPBU Pertamina, tetapi juga di SPBU swasta seperti Shell, BP melalui jaringan BP-AKR, serta Vivo Energy.

Per 31 Maret 2026, harga BBM di berbagai SPBU masih berada di kisaran berikut: untuk bensin RON 92 di SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR berada di sekitar Rp12.390 per liter, sementara produk diesel premium mencapai kisaran Rp14.600 per liter.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

BBM Non Subsidi Naik 1 April? Ini Kata Bahlil | Monitor Indonesia