IHSG Ambruk ke 7.048, Sektor Transportasi Anjlok dan Tekan Pasar

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 43,44 poin (0,61%) ke level 7.048, 22 pada perdagangan Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan data perdagangan, mayoritas saham bergerak di zona merah pada penutupan hari ini. Sebanyak 406 saham tercatat turun, 262 saham naik, dan 151 saham stagnan.
Tekanan pasar terutama datang dari sektor transportasi yang anjlok paling dalam hingga 4,60%. Pelemahan juga terjadi pada sektor energi -2,75%, teknologi -1,31%, industri -1,20%, keuangan -0,53%, infrastruktur -0,46%, serta barang konsumen non-primer -0,45%.
Di sisi lain, beberapa sektor masih mampu menguat. Sektor barang konsumen primer memimpin kenaikan dengan 1,48%, diikuti sektor kesehatan 0,62%, properti 0,49%, dan bahan baku 0,43%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, IHSG mencatatkan transaksi sebanyak 27,08 miliar saham dengan frekuensi 1,7 juta kali. Nilai transaksi mencapai Rp14,92 triliun, dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp12.447 triliun.
Untuk saham dengan penurunan terbesar (top losers), posisi teratas ditempati oleh MDIY yang turun 14,92% ke Rp770. Disusul GSMF yang merosot 14,88% ke Rp103, serta DATA yang melemah 14,73% ke Rp3.010.
Sementara itu, saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) dipimpin oleh WEHA yang melonjak 34,78% ke Rp155. Diikuti POLA yang naik 34,48% ke Rp78, serta CHEM yang menguat 33,73% ke Rp111.
Adapun saham dengan nilai transaksi terbesar hari ini adalah BBRI sebesar Rp999,47 miliar, BBCA Rp974,86 miliar, dan BMRI senilai Rp873,59 miliar.
Topik:
