PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Pangkas Anak Usaha dari 60 Menjadi 14, Fokus Perkuat Bisnis Inti
-memberikan-media-update-di-jakarta,-rabu-(12/3)-malam.-(antara/indra-arief-pribadi).webp)
Jakarta, MI - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana menyederhanakan struktur anak usaha dengan mengurangi jumlah entitas dari sekitar 60 perusahaan menjadi hanya 14 anak usaha.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efisiensi pengelolaan grup.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengatakan penyederhanaan tersebut akan ditempuh melalui berbagai aksi korporasi.
“Dari sekitar 60 entitas yang ada saat ini, intensinya ialah kita mau mengurangi angka itu ke sekitar 14. Jadi kurang lebih ada sekitar 50-an yang akan kita lakukan aksi korporasi,” ujarnya dalam konferensi video pada acara media update di Jakarta, dikutip Kamis (12/23/2026).
Angelo menjelaskan, dari sekitar 50 entitas yang akan ditata ulang, Telkom telah memetakan sejumlah opsi. Pertama, beberapa perusahaan akan dilepas melalui divestasi. Kedua, sejumlah entitas akan ditutup karena sudah tidak aktif atau tidak lagi memiliki kegiatan operasional. “Ini karena entitas tersebut sudah lama atau sudah tidak update, maka itu akan kita tutup,” katanya.
Selain itu, beberapa anak usaha akan digabungkan melalui proses merger atau dialihkan ke entitas lain guna memperkuat fokus bisnis. Telkom juga mengevaluasi kepemilikan minoritas di sejumlah perusahaan yang dinilai tidak memberikan nilai tambah signifikan. “Investasi minoritas di beberapa perusahaan ini yang mungkin nilainya tidak terlalu meaningful juga bagi kita,” tambahnya.
Langkah perampingan tersebut merupakan bagian dari agenda transformasi Telkom untuk memperkuat fokus bisnis utama sekaligus meningkatkan pengelolaan aset. Perseroan juga tengah menata portofolio bisnis guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan memperkuat tata kelola perusahaan.
Secara menyeluruh, Telkom menerapkan empat pilar transformasi menuju target jangka menengah 2030 (TLKM 30). Salah satu pilar utamanya adalah streamlining atau perampingan struktur Telkom Group. Strategi ini mencakup penggabungan unit bisnis yang tumpang tindih, pelepasan bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan inti usaha, serta penguatan fokus pada core business perusahaan.
Dengan langkah tersebut, struktur grup diharapkan menjadi lebih efisien, jumlah anak usaha lebih terkendali, dan arah bisnis semakin terfokus. Sejalan dengan itu, Telkom juga memperkuat perannya sebagai strategic holding, sementara operasional dijalankan oleh entitas operating company pada masing-masing lini usaha.
Ke depan, empat pilar utama yang menjadi mesin pertumbuhan Telkom meliputi B2C Business, B2B IT Services, Digital Infrastructure, serta International Business.
Topik:
