Harga Batu Bara Turun Tajam, Terkoreksi Hampir 4%

Jakarta, MI - Harga batu bara mengalami penurunan cukup dalam pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut bahkan mendekati 4% dalam sehari.
Pada Rabu (1/4/2026), harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan berikutnya ditutup di level US$137,2/ton, turun 3,7% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Angka ini menjadi level terendah sejak 17 Maret atau sekitar dua minggu terakhir.
Penurunan ini juga menandai pelemahan harga batu bara selama dua hari berturut-turut, dengan total koreksi hampir 5% dalam periode tersebut.
Melemahnya harga batu bara tidak lepas dari turunnya harga komoditas energi lain, terutama minyak dan gas. Pada perdagangan yang sama, harga minyak jenis brent ambruk 2,7% ke US$ 101,16/barel. Sementara harga gas di pasar TTF (Belanda) anjlok 6,81% ke EUR 47,3/MWh.
Pelemahan harga energi ini dipicu oleh meningkatnya harapan akan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik dengan Iran diperkirakan dapat berakhir dalam 2-3 pekan ke depan.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui surat terbuka menyebut negaranya hanya berupaya mempertahankan diri dan menyatakan siap bernegosiasi untuk mengakhiri konflik.
Prospek meredanya ketegangan geopolitik tersebut menekan harga minyak dan gas. Ketika kedua komoditas energi itu menjadi lebih murah, maka batu bara akan kembali diacuhkan. Persepsi ini membuat batu bara mengalami tekanan jual sehingga harganya jatuh.
Meski demikian, secara teknikal harga batu bara masih menunjukkan tren positif. Dalam perspektif harian, komoditas ini masih berada di zona bullish, tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di level 68. RSI di atas 50 menunjukkan bahwa suatu aset masih berada dalam tren penguatan.
Indikator Stochastic RSI 14 hari juga tercatat di level 62, yang menunjukkan posisi kuat di area beli (long). Dengan kondisi tersebut, harga batu bara pada perdagangan hari ini berpeluang mengalami kenaikan dan berpotensi menguji level resisten di US$ 138/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Apabila tren penguatan masih berlanjut, harga batu bara berpeluang bergerak ke US$ 143-144/troy ons. Bahkan jika pivot point US$ 145/ton berhasil tertembus, maka bisa saja menuju US$ 146-147/ton.
Sementara itu, level support terdekat berada di US$136/ton. Jika harga menembus batas tersebut, ada risiko penurunan lebih lanjut yang dapat mendorong harga batu bara ke kisaran US$135-123/ton.
Topik:
