BREAKINGNEWS

IHSG Diprediksi Tertekan Sepanjang Perdagangan 6 April 2026

IHSG Diprediksi Tertekan Sepanjang Perdagangan 6 April 2026
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (6/4/2026). 

Sebelumnya, pada Kamis lalu, IHSG ditutup melemah cukup dalam sebesar 2,19% atau turun 157,66 poin ke level 7.026,78.

Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyatakan pelemahan ini terutama dipicu oleh sentimen global yang kembali memburuk, khususnya terkait situasi geopolitik di Timur Tengah.

Tekanan jual, terutama dari investor asing, masih mendominasi pasar. Kondisi ini semakin diperparah setelah pernyataan terbaru Donald Trump yang kembali bernada agresif terkait konflik di kawasan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran dan mendorong investor masuk ke mode “risk-off” atau menghindari aset berisiko.

Selain itu, kenaikan harga energi, terutama minyak mentah, turut memperburuk sentimen pasar global.

Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong efisiensi dinilai cukup membantu meredam dampak kenaikan harga energi. Namun, pasar mulai mengkhawatirkan potensi membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, data ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang beragam. Neraca perdagangan masih mencatat surplus, tetapi menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, inflasi yang mulai melandai menjadi kabar baik, meski juga mengindikasikan daya beli masyarakat yang melemah.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. 

"Level support kuat berada di sekitar 7.000, sementara resistance di kisaran 7.100 hingga 7.200," tulis riset dari BRI Danareksa Sekuritas.

Untuk jangka pendek, IHSG diproyeksikan bergerak terbatas dan masih dibayangi tekanan eksternal. Dalam kondisi ini, investor disarankan bersikap lebih hati-hati dan selektif, serta fokus pada strategi trading jangka pendek.

Dari sisi peluang, sektor energi dan komoditas masih menarik karena diuntungkan oleh kenaikan harga global, seperti batu bara, minyak, dan crude palm oil (CPO). 

Selain itu, emas juga menjadi pilihan menarik sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian.

Beberapa saham yang dapat dicermati antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, serta PT Triputra Agro Persada Tbk.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru