Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (7/4/2026) dan berpotensi menguji level 6.900.
Sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,53% ke level 6.989,4 pada perdagangan Senin, setelah bergerak melemah sejak awal sesi.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, tekanan pasar terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi konflik di Timur Tengah. Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya.
Di sisi lain, Iran menolak ultimatum tersebut dan menyatakan jalur tersebut akan dibuka jika ada kompensasi atas kerusakan akibat konflik.
Kondisi ini membuat investor global berada dalam ketidakpastian antara potensi perdamaian dan risiko eskalasi konflik lebih lanjut.
Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal IHSG masih berada dalam tren melemah.
"Secara teknikal, IHSG masih berpotensi menguji level 6.900," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Sentimen negatif juga datang dari daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi yang diumumkan pada Maret 2026.
Beberapa saham berkapitalisasi besar masuk dalam daftar tersebut, sehingga memunculkan kekhawatiran akan potensi dikeluarkan dari indeks MSCI pada rebalancing Mei mendatang.
Meski demikian, dalam jangka menengah hingga panjang, kondisi ini dinilai dapat memberikan dampak positif karena meningkatkan transparansi dan pemahaman investor terhadap saham-saham tersebut.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, antara lain RAJA, RATU, DOOH, PSAB, dan HRTA.

