BREAKINGNEWS

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas di Level 6.900-7.050

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas di Level 6.900-7.050
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam kisaran terbatas atau konsolidasi di level 6.900-7.050 pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,26% ke posisi 6.971.

Menurut riset Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG sempat naik-turun akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. 

"Hal ini terkait tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Ketidakjelasan soal kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Meski begitu, sempat terjadi aksi beli (bargain hunting) pada sejumlah saham yang sebelumnya sudah turun cukup dalam.

Dari sisi sektor, saham industri mencatat pelemahan terbesar dengan penurunan 2,63%. Sebaliknya, sektor infrastruktur justru mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,76%.

Pergerakan bursa Asia pada Selasa kemarin terpantau bervariasi, seiring pelaku pasar yang terus mencermati perkembangan konflik AS-Iran. 

Sementara itu, indeks futures di Wall Street cenderung melemah karena meningkatnya kekhawatiran menjelang batas waktu ultimatum AS terhadap Iran.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area jenuh beli (overbought), namun indikator MACD masih menunjukkan tren positif. Kondisi ini membuat IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas dalam rentang 6.900–7.050.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan pembenahan sistem perdagangan untuk meningkatkan kualitas transaksi. 

Salah satunya melalui evaluasi skema Full Call Auction (FCA) yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2026. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi besar di pasar modal Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan investor, yaitu ESSA, AKRA, BRPT, CPIN, dan JPFA.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru