BREAKINGNEWS

Menhub Evaluasi Angkutan Lebaran 2026: Soroti Macet di Rest Area hingga Pelabuhan

Menhub Evaluasi Angkutan Lebaran 2026: Soroti Macet di Rest Area hingga Pelabuhan
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mencatat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dari pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026, meski secara umum arus mudik dan balik dinilai berjalan lancar.

Menurut Dudy, layanan transportasi umum di semua moda, darat, kereta api, laut, dan udara berjalan baik. Bahkan, jumlah pengguna angkutan umum selama Lebaran tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.

"Secara umum pelaksanaan Angkutan Lebaran berjalan baik. Tidak ada kejadian menonjol, baik saat arus mudik maupun arus balik," kata Dudy di Jakarta, seperti diberitakan Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, Dudy menyoroti sejumlah titik kepadatan yang menjadi perhatian, terutama saat puncak arus mudik dan balik. Beberapa titik yang mengalami kemacetan antara lain rest area Km 57 Tol Jakarta-Cikampek, Pelabuhan Gilimanuk, dan akses menuju Tol Trans Sumatera.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan operator jalan tol.

"Kami sudah meminta evaluasi terhadap rest area Km 57 dan rest area lainnya agar ada langkah mitigasi yang lebih baik ke depan," ujar Dudy.

Di sektor penyeberangan, Menhub mengakui sempat terjadi kepadatan selama dua hari di Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik. Namun, antrean berhasil diurai pada hari ketiga.

Menurutnya, kepadatan dipicu keterbatasan buffer zone serta lonjakan jumlah kendaraan, termasuk truk dan kendaraan besar.

Saat itu, pemerintah melakukan sejumlah langkah penanganan, seperti mengoptimalkan buffer zone, mempercepat penyeberangan kendaraan besar, dan memprioritaskan sepeda motor untuk lebih dulu menyeberang.

Secara keseluruhan, Dudy menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki layanan mudik Lebaran dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, agar perjalanan masyarakat semakin aman, nyaman, dan lancar.

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026 pada 13-29 Maret mencapai 147,55 juta orang. Angka ini naik 2,53 persen dibanding hasil survei sebelumnya sebesar 143,92 juta orang.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan umum tercatat naik 11,79 persen menjadi 23,73 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Moda penyeberangan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya, dengan total 5,61 juta penumpang atau naik 17,05 persen dibanding Lebaran 2025.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Menhub Evaluasi Angkutan Lebaran 2026: Soroti Kemacetan | Monitor Indonesia