Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 13 April 2026. Sebelumnya, indeks ditutup naik 2,07% ke level 7.458,4 pada akhir pekan lalu.
Riset dari Phintraco Sekuritas menyebutkan, optimisme pasar didorong oleh harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta momentum musim pembagian dividen.
"Secara teknikal, IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk naik dan berpotensi menguji level 7.500 hingga 7.550 dalam waktu dekat," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Meski begitu, beberapa data ekonomi domestik menunjukkan perlambatan. Indeks kepercayaan konsumen turun ke level 122,9 pada Maret 2026, dari 125,2 pada Februari. Angka ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2025, meski masih lebih baik dari perkiraan pasar.
Selain itu, penjualan mobil juga mengalami penurunan 13,8% secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2026, berbalik dari pertumbuhan 12,2% pada bulan sebelumnya.
Pasar kini menantikan rilis data penjualan ritel Februari 2026 yang diperkirakan masih tumbuh sekitar 5,9%.
Dari sisi global, mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat pekan lalu, meskipun investor masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran dan kondisi Selat Hormuz yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, indeks futures di Wall Street cenderung melemah karena pelaku pasar menunggu hasil negosiasi lanjutan antara kedua negara tersebut.
Untuk perdagangan pekan ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati, seperti saham perbankan hingga sektor konsumer dan telekomunikasi, yakni yakni BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL dan BRIS.

