Jakarta, MI - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membantah kabar yang menyebut bisnis jus Buavita akan dijual. Hingga saat ini, bisnis Buavita masih sepenuhnya dimiliki dan dikelola oleh perseroan.
Corporate Secretary Unilever Indonesia, Mario Abdi Amrillah menyatakan perseroan tidak pernah menandatangani perjanjian penjualan bisnis Buavita kepada pihak mana pun.
"Dengan demikian, sampai saat ini bisnis jus Buavita masih milik dan di bawah kendali penuh perseroan," ujar dia mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/4/2026).
Dia menambahkan, jika ke depan ada langkah strategis terkait Buavita, perseroan akan menyampaikannya secara resmi melalui keterbukaan informasi sesuai aturan yang berlaku.
Unilever Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk selalu transparan dalam menyampaikan informasi penting kepada publik.
Unilever Indonesia sempat melakukan langkah strategis dengan menjual lini bisnis teh SariWangi kepada Savoria Kreasi Rasa yang merupakan perusahaan di bawah naungan Group Djarum pada 2 Maret 2026. Dari transaksi tersebut, Unilever memperoleh dana sekitar Rp1,5 triliun.
Langkah penjualan SariWangi ini merupakan bagian dari strategi Unilever Indonesia untuk merapikan portofolio bisnis, dengan fokus pada lini yang dinilai memiliki pertumbuhan dan profitabilitas jangka panjang lebih kuat.
Di sisi lain, akuisisi tersebut juga membuka peluang baru bagi bisnis SariWangi untuk berkembang di bawah pengelolaan pemilik baru.

.webp)