Stok Beras Tembus Rekor 4,72 Juta Ton, Ketahanan Pangan Kian Kuat

Jakarta, MI - Pemerintah mencatat cadangan beras nasional mencapai 4,72 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan Indonesia semakin kuat dan terkelola dengan baik.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan lonjakan stok tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, terutama Perum Bulog dalam mengelola cadangan beras pemerintah (CBP).
"Ini hasil kerja keras bersama, terutama Bulog. Bahkan bisa jadi ini yang tertinggi sejak Bulog berdiri," kata dia dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (14/4/2026).
Sebelumnya, stok beras tertinggi hanya berada di kisaran 2,68 juta ton. Kini jumlahnya melonjak drastis dan diperkirakan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
Menurut Amran, pencapaian ini tidak terjadi secara instan. Di awal, Bulog sempat menghadapi keterbatasan anggaran. Namun, setelah dilaporkan kepada Presiden, kebutuhan dana langsung disetujui.
Pemerintah pun mengucurkan anggaran besar, mulai dari Rp16,6 triliun hingga tambahan Rp39 triliun, untuk memastikan stok beras tetap aman.
"Ini menyangkut kebutuhan hidup jutaan masyarakat, jadi penguatan cadangan beras adalah hal yang wajib," tegas dia.
Ia juga mengakui bahwa prosesnya tidak selalu berjalan mulus. Namun, berbagai tantangan berhasil diatasi berkat kerja sama lintas kementerian dan dukungan pemerintah.
Amran menekankan, keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid, termasuk peran Kementerian Keuangan dalam memastikan ketersediaan anggaran.
Dengan stok yang tinggi, pemerintah optimistis cadangan beras ini bisa menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gangguan pasokan, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
“Dampaknya besar bagi masyarakat. Ada sekitar 115 juta orang yang bergantung pada sektor ini,” pungkas dia.
Topik:
