BREAKINGNEWS

IHSG Berpeluang Tembus 7.700, tapi Waspadai Aksi Ambil Untung

IHSG Berpeluang Tembus 7.700, tapi Waspadai Aksi Ambil Untung
Ilustrasi papan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi menguat pada perdagangan Rabu (15/4/2026), setelah sebelumnya ditutup naik 2,34% ke level 7.675,9.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG berpeluang menguji level resistance di 7.700. 

"Jika mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan kenaikan hingga mendekati 7.800," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Penguatan IHSG sebelumnya didorong oleh sentimen positif dari pasar Asia, turunnya harga minyak mentah, serta harapan berlanjutnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Saham-saham dari kelompok konglomerasi dan perbankan menjadi penopang utama kenaikan. Dari sisi sektor, infrastruktur mencatat kenaikan tertinggi, yakni 5,62%.

Secara teknikal, indikator menunjukkan tren masih positif, meski sudah memasuki area jenuh beli (overbought). Hal ini membuat pelaku pasar perlu waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek.

Di sisi lain, harga minyak dunia mengalami penurunan. Minyak mentah jenis WTI dan Brent masing-masing turun sekitar 2% dan 0,9%. 

Penurunan ini dipicu proyeksi dari International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan permintaan minyak global akan melemah, bahkan bisa mendekati penurunan saat pandemi Covid-19.

Selain itu, kabar kemungkinan dilanjutkannya negosiasi antara AS dan Iran juga ikut menekan harga minyak.

Meski IHSG menguat, nilai tukar rupiah justru melemah tipis 0,09% ke level Rp17.110 per dolar AS menjadi salah satu level terlemah. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati, yaitu TOBA, ESSA, TINS, HRUM, dan ELSA.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Berpeluang Tembus 7.700, tapi Waspadai Ambil Untung | Monitor Indonesia