Perdagangan Berjangka Perkuat Pasar Guna Hadapi Fluktuasi Harga Komoditas
.webp)
Jakarta, MI - Ketegangan geopolitik yang meningkat belakangan ini membuat harga berbagai komoditas penting, seperti energi dan logam mulia jadi lebih tidak stabil. Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin membutuhkan sistem perdagangan yang transparan, serta instrumen untuk melindungi diri dari risiko (lindung nilai).
Situasi global yang tidak menentu ini juga mendorong peran perdagangan berjangka menjadi semakin penting. Selain membantu menentukan harga yang lebih efisien, sistem ini juga memberi kepastian bagi pelaku usaha dan investor dalam menghadapi perubahan pasar.
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Yazid Kanca Surya, menjelaskan bahwa di tengah fluktuasi harga dan tekanan geopolitik, pelaku pasar membutuhkan instrumen yang bisa melindungi bisnis mereka.
Menurutnya, perdagangan berjangka menjadi solusi karena bersifat transparan, terstandarisasi, dan mampu membentuk harga yang lebih kredibel.
"Untuk mendukung hal ini, JFX terus memperkuat ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terawasi, dan memberikan perlindungan lebih baik bagi semua pelaku pasar," kata dia dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dari sisi kinerja, bilang dia, beberapa produk JFX menunjukkan hasil yang kuat, seperti pada perdagangan komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95% ekspor timah Indonesia, dengan nilai transaksi sekitar USD 1,7 miliar pada 2025.
"Di perdagangan derivatif, kontrak olein (OLE01) menyumbang 38,7% dari total transaksi, setara 615.028 lot. Kontrak Loco Gold juga mendominasi transaksi OTC dengan porsi 85,2%," ungkap dia.
Selain itu, JFX juga menyediakan produk berbasis efek global melalui skema PALN, yang memungkinkan perdagangan saham dan ETF Amerika Serikat. Produk ini menjadi bagian dari diversifikasi investasi dan terus menunjukkan pertumbuhan.
JFX juga mengembangkan perdagangan emas digital, yang menggabungkan kemudahan transaksi online dengan jaminan emas fisik sebagai underlying, sehingga lebih aman dan mudah diakses investor.
Ke depan, JFX tengah menyiapkan inovasi baru berupa kontrak mikro dan nano untuk komoditas seperti emas, perak, tembaga, dan energi. Produk ini dirancang agar lebih terjangkau dan dapat diakses oleh lebih banyak investor.
"Ke depannya, JFX berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur pasar yang terpercaya, meningkatkan transparansi, serta memperluas akses terhadap instrumen keuangan bagi pelaku usaha dan investor di Indonesia," pungkas dia.
Topik:
