BREAKINGNEWS

Lesu! Harga Batu Bara Turun 4 Hari Beruntun

Lesu! Harga Batu Bara Turun 4 Hari Beruntun
Harga Batu Bara Turun 4 Hari Beruntun (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Harga batu bara mengalami penurunan pada perdagangan kemarin, menandai pelemahan selama empat hari berturut-turut.

Pada Jumat (17/4/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di level US$ 132,3/ton. Angka ini turun 0,94% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi posisi terendah sejak 10 Maret, atau lebih dari sebulan terakhir.

Dengan penurunan tersebut, harga batu bara tercatat sudah melemah selama empat hari beruntun, dengan total koreksi mencapai 2,33% secara point-to-point. Sepanjang pekan ini saja, harga telah turun 1,93%.

Meski demikian, dinamika geopolitik masih memengaruhi pergerakan harga. Konflik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga energi seperti minyak mentah dan gas alam, membuat batu bara kembali dilirik.

Namun situasinya kini mulai berubah. Ada harapan akan meredanya konflik di Timur Tengah yang ikut memengaruhi pasar. 

Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz sudah dibuka sepenuhnya untuk pelayaran komersial. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun menyebut perang dengan Negeri Persia akan segera rampung.

Meredanya tensi geopolitik ini berdampak langsung pada harga energi global. Kemarin, harga minyak jenis brent ambruk 7,57% ke US$ 91,87/barel, terendah sejak 10 Maret atau lebih dari sebulan terakhir.

Hal serupa terjadi di pasar TTF Belanda dimana harga gas turun 6,53% ke EUR 39,65/MWh. Ini menjadi titik terendah sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran memanas pada akhir Februari lalu.

Penurunan harga minyak dan gas ini ikut menekan harga batu bara. Ketika minyak dan gas lebih murah, daya tarik batu bara pun ikut berkurang.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dalam kerangka waktu mingguan, batu bara masih berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 70. Namun ini adalah ambang batas jenuh beli (overbought) sehingga investor perlu hati-hati.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 56. Posisi ini masih menunjukkan sinyal beli (long), namun kekuatannya belum terlalu solid.

Untuk perdagangan pekan depan, harga batu bara memiliki pivot point di US$ 136/ton. Jika tertembus, maka US$ 137/ton bisa menjadi target resisten terdekat.

Dalam skenario paling optimistis, harga berpeluang menguji resistance yang lebih tinggi, yakni US$ 142/ton. 

Namun, jika harga batu bara kembali melemah, maka US$ 129/ton akan menjadi target support terdekat. Apabila level ini berhasil ditembus, tekanan jual bisa berlanjut dan mendorong harga turun ke kisaran US$ 126-119/ton.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Lesu! Harga Batu Bara Turun 4 Hari Beruntun | Monitor Indonesia