BREAKINGNEWS

Ekspansi di Indonesia, Posco Bidik Investasi Tambahan US$4,3 Miliar

Ekspansi di Indonesia, Posco Bidik Investasi Tambahan US$4,3 Miliar
PT Krakatau Posco bergerak di bidang manufaktur besi dan baja (Foto: Dok Posco)

Jakarta, MI - Perusahaan baja asal Korea Selatan, Posco Holdings, menyatakan ketertarikannya untuk memperluas investasi di Indonesia melalui pengembangan tahap kedua proyek PT Krakatau Posco (PTKP). Rencana tersebut disampaikan dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 1 April 2026.

Dalam pertemuan bilateral itu, Posco menyerahkan Letter of Intent (LOI) kepada pemerintah Indonesia sebagai bentuk minat awal untuk melanjutkan kerja sama, khususnya pada pengembangan lanjutan PTKP.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyebutkan bahwa saat ini sudah ada pembicaraan antara Danantara dan POSCO terkait proyek PTKP. 

“CEO Posco Holdings melaporkan rencana investasi senilai sekitar US$4,3 miliar hingga tahun 2029, serta mengusulkan skema investasi bersama dengan Danantara dengan komposisi 50:50,” ujar Posco, dikutip Minggu (19/4/2026). 

Posco juga dilaporkan tengah menyiapkan rencana investasi sekitar US$4,3 miliar hingga 2029. Selain itu, perusahaan tersebut mengusulkan skema investasi bersama dengan Danantara dengan komposisi 50:50.

Prabowo Subianto disebut menyambut baik rencana tersebut dan menekankan pentingnya percepatan realisasi proyek. Pemerintah Indonesia menilai pengembangan PTKP sebagai bagian penting dalam mendorong industrialisasi nasional, terutama melalui produksi baja bernilai tambah tinggi, termasuk untuk sektor otomotif. 

Penguatan industri baja dipandang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan sektor strategis seperti otomotif, pertahanan, energi, hingga infrastruktur. 

Dalam upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8%, kapasitas industri baja dalam negeri dianggap berperan krusial untuk mendukung ekspansi sektor hilir.

“Proyek PTKP diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui produksi baja berkualitas tinggi, termasuk baja otomotif,” jelasnya. 

Di tingkat global, industri baja masih menjadi penopang utama proses urbanisasi dan industrialisasi. Di Indonesia, permintaan baja diproyeksikan meningkat hingga sekitar 29 juta ton pada 2035, seiring pertumbuhan sektor manufaktur dan mesin. 

Namun, pasokan baja berkualitas tinggi di dalam negeri masih terbatas sehingga ketergantungan pada impor diperkirakan belum sepenuhnya hilang. 

Melalui pengembangan tahap kedua PTKP, Posco berencana menghadirkan teknologi produksi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan skala ekonomi. Proyek ini juga akan memproduksi baja otomotif bernilai tambah tinggi, yang saat ini sekitar 90% masih dipenuhi dari impor. 

Selain aspek teknologi, perusahaan juga berkomitmen ikut memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor industri berteknologi tinggi di Indonesia.

Dari sisi ekonomi, proyek PTKP diperkirakan memberi dampak signifikan dengan kontribusi sekitar US$5 miliar per tahun. Nilai tersebut terdiri dari kontribusi langsung terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar US$2,2 miliar serta tambahan nilai ekonomi sekitar US$3 miliar.

Tak hanya itu, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 36.000 lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Saat ini, Posco bersama Krakatau Steel melalui PT Krakatau Posco telah memproduksi sekitar 3 juta ton baja per tahun sejak 2013. Produksi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis nasional.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru