BREAKINGNEWS

IHSG Diprediksi Bergerak Datar karena Sentimen MSCI

IHSG Diprediksi Bergerak Datar karena Sentimen MSCI
Ilustrasi papan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar (sideways) pada perdagangan Rabu (22/4/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 0,46% ke level 7.559,3.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, tekanan utama datang dari keputusan MSCI Inc. yang masih menunda rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Keputusan ini membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati.

Meski regulator pasar modal Indonesia telah melakukan berbagai upaya perbaikan, MSCI masih menunggu konsistensi dan efektivitas kebijakan tersebut, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan rencana peningkatan batas minimal free float menjadi 15%.

Di sisi lain, pasar juga mencermati potensi penghapusan saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC). Namun, kekhawatiran terkait penurunan status pasar Indonesia ke level frontier market mulai mereda.

Secara teknikal, indikator masih menunjukkan sinyal campuran. Histogram MACD masih berada di zona positif, meski mulai melemah. 

Sedangkan Stochastic RSI berada di area jenuh beli (overbought) dan mulai bergerak turun. IHSG juga masih bertahan di atas MA20, tetapi berada di bawah MA5.

"IHSG tercatat telah menutup gap di level 7.527 dan masih bertahan di atas 7.500. Dengan kondisi tersebut, pergerakan indeks diperkirakan berada dalam kisaran 7.480 hingga 7.620," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Dari pasar global, bursa Asia ditutup bervariasi seiring harapan meredanya konflik di Timur Tengah, meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.

Bursa Eropa dibuka menguat, sementara harga minyak bergerak relatif stabil di kisaran USD87 per barel untuk WTI dan USD95 per barel untuk Brent.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati, antara lain BMRI, PANI, PTRO, SSIA, dan ACES.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru