Garuda Indonesia Rugi USD41,62 Juta di Kuartal I-2026

Jakarta, MI - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengalami kinerja bisnis yang masih belum membaik di sepanjang kuartal I-2026, karena masih menggapai kerugian.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2026, Garuda Indonesia membukukan rugi periode berjalan sebesar USD41,62 juta, turun 45,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD75,93 juta.
Di sisi pendapatan usaha Garuda Indonesia mengalami peningkatan menjadi USD762,35 juta, naik 5,36% dari USD723,56 juta pada tahun sebelumnya.
Pendapatan terbesar maskapai pelat merah ini masih berasal dari penerbangan berjadwal yang mencapai USD648,10 juta. Sedangkan penerbangan tidak berjadwal menyumbang USD24,98 juta dan pendapatan lainnya sebesar USD89,27 juta.
Perusahaan berhasil menekan beban usaha menjadi USD713,22 juta dari sebelumnya USD718,36 juta.
Efisiensi ini terutama berasal dari pengendalian biaya operasional penerbangan yang tercatat USD350,24 juta, serta biaya pemeliharaan dan perbaikan sebesar USD159,14 juta.
Selain itu, beban keuangan juga turun cukup signifikan menjadi USD104 juta, dari sebelumnya USD124,57 juta pada periode yang sama tahun lalu, yang turut membantu memperbaiki kinerja perusahaan.
Dari sisi neraca, total aset Garuda Indonesia tercatat sebesar USD7,5 miliar per akhir Maret 2026, naik tipis 1,01% dibandingkan akhir 2025.
Total liabilitas berada di level USD7,44 miliar, sedangkan ekuitas tercatat USD68,25 juta, turun dari USD91,91 juta pada akhir tahun lalu.
Topik:
