BREAKINGNEWS

Menko Airlangga Yakin Ekonomi Tumbuh 5,5% di Kuartal I

Menko Airlangga Yakin Ekonomi Tumbuh 5,5% di Kuartal I
Ilustrasi ekonomi Indonesia (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Ketegangan perang yang terus terjadi di Selat Hormuz ikut memicu ketidakstabilan harga minyak dunia dan berpotensi memberi tekanan pada perekonomian global, termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat. Meski demikian, pemerintah tetap waspada dan terus memantau perkembangan global secara cermat.

"Saat ketidakpastian global, aktivitas ekonomi domestik disebut tetap stabil," ungkap dia dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), serta percepatan belanja pemerintah.

Selain itu, stimulus ekonomi sebesar Rp809 triliun juga turut mendorong kinerja ekonomi pada kuartal pertama 2026.

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai sekitar 5,5 persen, meskipun angka resmi masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Beberapa kali dari kami memprediksi bahwa pertumbuhan di kuartal I-2026, secara fundamental baik, dan angkanya kalau tidak ada protes yang lebih besar, maka sama dengan 5,5%," ungkap dia.

Untuk menjaga momentum di periode berikutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah lanjutan. Salah satunya adalah penyaluran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Juni mendatang yang diharapkan dapat kembali mendorong konsumsi.

Selain itu, program perlindungan sosial akan terus dijalankan guna menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada sektor investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi antara belanja pemerintah dan investasi swasta agar struktur ekonomi semakin kuat. Ia juga memastikan pengawasan terhadap realisasi stimulus dilakukan secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Optimisme terhadap pertumbuhan 5,5 persen ini mencerminkan kondisi konsumsi domestik yang masih solid, serta diharapkan mampu memberikan efek berantai bagi berbagai sektor ekonomi lainnya.

"Kondisi makroekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari neraca perdagangan yang terus mencatat surplus, tingkat inflasi yang tetap terkendali, serta posisi cadangan devisa yang kuat sebagai penopang utama stabilitas ekonomi," pungkas dia.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru