Laba DCII Ambles Jadi Rp377,74 Miliar di Kuartal I 2026

Jakarta, MI - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat penurunan laba bersih pada kuartal I 2026, meskipun pendapatan perusahaan justru mengalami pertumbuhan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, DCII membukukan laba bersih sebesar Rp377,75 miliar, turun 9,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp418,84 miliar.
Seiring itu, laba per saham juga ikut melemah menjadi Rp158 dari sebelumnya Rp176.
Di sisi lain, pendapatan perusahaan naik 10,93% menjadi Rp858,1 miliar dari Rp773,55 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, kenaikan beban menjadi faktor utama yang menekan kinerja laba.
Beban pokok pendapatan melonjak cukup tajam menjadi Rp372,57 miliar dari Rp253,86 miliar. Hal ini menyebabkan laba kotor turun menjadi Rp485,53 miliar dari sebelumnya Rp519,68 miliar.
Selain itu, sejumlah beban operasional juga mengalami peningkatan. Beban pemasaran naik menjadi Rp1,3 miliar, sementara beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp32,25 miliar.
Di sisi lain, pendapatan operasional lain justru turun, sementara muncul beban operasional lain yang sebelumnya tidak ada.
Akibatnya, laba usaha DCII tercatat turun menjadi Rp449,02 miliar dari Rp496,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi keuangan, beban bunga meningkat menjadi Rp31,52 miliar, turut menekan laba akhir perusahaan meski terdapat tambahan keuntungan dari instrumen keuangan.
Secara keseluruhan, laba periode berjalan tercatat Rp377,89 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp418,94 miliar pada kuartal I 2025.
Meski laba menurun, posisi keuangan DCII masih menunjukkan pertumbuhan. Total aset meningkat menjadi Rp7,26 triliun dari Rp6,65 triliun pada akhir 2025. Ekuitas juga naik menjadi Rp4,38 triliun, sementara liabilitas bertambah menjadi Rp2,87 triliun.
Topik:
