IHSG Ambruk 3,38%, Mayoritas Saham Rontok di Akhir Pekan

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 3,38% atau setara 249,11 poin ke level 7.129,49 pada perdagangan Jumat (24/4/2026).
Berdasarkan data RTI, IHSG anjlok tajam setelah bergerak di kisaran 7.115,97 hingga 7.383,40 sepanjang hari.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh pasar. Sebanyak 670 saham ditutup melemah, hanya 83 saham yang menguat, dan 62 saham bergerak stagnan.
Seluruh sektor tercatat berada di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor barang konsumen non primer yang turun 4,27%, diikuti energi (-4,22%), infrastruktur (-4,08%), properti (-3,89%), industri (-3,47%), dan transportasi (-3,31%).
Sementara sektor lainnya seperti barang konsumen primer, bahan baku, teknologi, keuangan, hingga kesehatan juga ikut terkoreksi.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 46,9 miliar saham dengan frekuensi 2,6 juta kali transaksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp24,2 triliun, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp12.761 triliun.
Dari jajaran saham, PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk (AMIN) menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 15% ke Rp204. Disusul PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang turun 15% ke Rp680, serta PT MDS Retailing Tbk (LPPF) yang melemah 14,95% ke Rp1.650.
Meski pasar secara keseluruhan melemah, beberapa saham masih mencatat kenaikan signifikan. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) melonjak 34,46% ke Rp199, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) naik 24,46% ke Rp865, dan PT Berlina Tbk (BRNA) menguat 24,41% ke Rp790.
Untuk saham dengan nilai transaksi terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan Rp2,6 triliun, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp1,3 triliun, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp992 miliar.
Pelemahan tajam ini mencerminkan tekanan besar di pasar saham, seiring meningkatnya sentimen negatif baik dari dalam maupun luar negeri.
Topik:
