10 Saham Jadi Korban Aksi Penjualan Investor Asing

Jakarta, MI - Pasar saham Indonesia masih mengalami tekanan setelah dana asing dalam jumlah besar keluar pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Dampaknya, IHSG ditutup merosot tajam 249,11 poin atau turun 3,38% ke level 7.129,49.
Seiring penurunan indeks, mayoritas saham ikut melemah. Sebanyak 670 saham turun, hanya 83 saham yang naik, sementara 62 saham tidak mengalami perubahan.
Meski pasar tertekan, aktivitas perdagangan tetap ramai. Tercatat volume transaksi mencapai 46,9 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,6 juta kali transaksi. Nilai transaksi pun cukup besar, yakni Rp24,2 triliun, dengan kapitalisasi pasar berada di level Rp12.761 triliun.
Tekanan utama datang dari aksi jual investor asing yang membukukan net sell sekitar Rp2,002 triliun di seluruh pasar.
Di pasar reguler, nilai jual bersih mencapai Rp3,02 triliun, meskipun sebagian tertutup oleh net buy Rp1,02 triliun di pasar tunai dan negosiasi.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi target utama aksi jual. Berikut 10 saham yang mengalami aksi jual investor asing pada pekan ini:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net sell Rp2,1 triliun.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net sell Rp655,10 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan net sell Rp447,25 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan net sell Rp92 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencantatkan net sell Rp67,35 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatan net sell Rp50,19 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net sell Rp45,19 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan net sell Rp36,44 miliar
- PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan net sell Rp34,91 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan net sell Rp34,68 miliar
Di tengah tekanan itu, beberapa saham justru masih diminati investor asing, seperti PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan net buy Rp73,23 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp71,61 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp64,68 miliar.
Aksi jual besar-besaran ini menunjukkan sentimen pasar yang masih tertekan, terutama pada saham-saham unggulan yang selama ini menjadi andalan investor asing.
Topik:
