BREAKINGNEWS

Sudah 20 Tahun, Purbaya Heran Pendalaman Pasar Modal Jalan di Tempat

Sudah 20 Tahun, Purbaya Heran Pendalaman Pasar Modal Jalan di Tempat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya perkembangan pendalaman pasar modal di Indonesia. Ia menyebut istilah tersebut sudah lama didengar sejak awal 2000-an, namun hingga kini hasilnya belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Hal itu disampaikan Purbaya saat menghadiri peluncuran Program Pintar Reksadana yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

“Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang tidak dalam-dalam. Mungkin kita pakai canggul yang salah,” ujarnya.

Sebagai upaya perbaikan, pemerintah meluncurkan Program Pintar Reksadana. Meski begitu, Purbaya mengaku belum bisa memastikan seberapa efektif program tersebut nantinya.

"Tidak tahu ini bisa bagus atau tidak. Tapi yang jelas dari pemerintah, kita siapkan fondasi ekonomi yang baik, membaik terus dari waktu ke waktu," tuturnya.

Purbaya juga menekankan pentingnya memperkuat peran investor dalam negeri di pasar modal. Menurutnya, struktur pasar saat ini masih cukup rentan terhadap pengaruh investor asing.

"Langkah memperdalam pasar modal dalam pengertian akan lebih banyak investor domestik yang bermain sehingga pasar modal kita tidak gampang digoyah oleh orang-orang asing yang iseng dan tidak suka kita," ungkapnya.

Purbaya menegaskan bahwa kinerja pasar modal tidak terlepas dari fundamental ekonomi nasional. Ia menyebut perbaikan struktural terus dilakukan meski sentimen negatif terhadap pemerintah masih muncul.

“Kalau ekonominya bagus terus, walaupun sekarang banyak berita negatif yang jelek-jelekin saya katanya, tapi saya tahu betul, yang kita jalankan gak main-main. Reformasi kita perbaiki, reformasi betulan,” jelasnya.

Ia juga mengklaim sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan tren positif. Salah satunya, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 bisa menembus di atas 5,5 persen di tengah ketidakpastian global.

“Tiga bulan pertama itu pajak saya tumbuh 20 persen, nanti akan lebih. Biar cukai juga ada reformasi, yang lain lagi kita reformasi dengan cepat,” imbuhnya.

Dengan pengawasan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Purbaya menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bisa menembus 6 persen, melalui dorongan sektor swasta dan pemerintah.

"Jadi kalau sebelumnya pertumbuhan ekonominya 5 persen, 5,5 persen sedikit. Ke depan kita akan tumbuh lebih cepat lagi," ucapnya.

Sementara itu, Program Pintar Reksadana diluncurkan sebagai upaya mempercepat inklusi investasi di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Kelompok ini diketahui mendominasi pasar modal Indonesia dengan porsi 54,71 persen dari total 26,12 juta investor.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Purbaya Heran Pendalaman Pasar Modal Jalan di Tempat | Monitor Indonesia