Dua Paket Direksi BEI Sudah Dikantongi OJK

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah menerima dua paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada saat ini, proses masih berada pada tahap awal, yakni pemeriksaan kelengkapan administrasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan, OJK juga telah membentuk panitia seleksi untuk menilai para kandidat tersebut.
Proses ini tidak hanya berlaku untuk direksi BEI, tetapi juga mencakup calon direksi KPEI dan komisaris KSEI.
"Saat administratif lolos, kita harus pastikan dulu sebelum ke proses penilaian kemampuan dan kompetensi," kata dia di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).
Menurut Hasan, tahap administrasi menjadi langkah penting sebelum masuk ke penilaian kemampuan, kompetensi, dan integritas calon.
Dia menegaskan, pihak pengusung, baik pemegang saham maupun anggota bursa, harus memastikan sejak awal bahwa kandidat yang diajukan telah memenuhi seluruh persyaratan, baik dari sisi dokumen maupun kualitas individu.
Meski begitu, Hasan belum mengungkapkan nama-nama calon yang masuk. Informasi tersebut rencananya akan diumumkan pada 4 Mei mendatang.
Sebelumnya, sempat beredar nama empat paket calon direksi BEI yang ramai dibicarakan di kalangan pelaku pasar modal. Keempat paket itu dikaitkan dengan nama Laksono Widodo, Jeffrey Hendrik, Iding Pardi, dan Edwin Ridwan.
Namun demikian, daftar tersebut belum resmi dan masih dalam tahap pencalonan. Hal itu dikarenakan proses pencalonan masih berlangsung.
Hasan pernah menjelaskan, proses pencalonan baru dimulai setelah penutupan data acuan hak suara anggota bursa per 31 Maret 2026, yang menjadi dasar penentuan kelayakan pengajuan calon direksi.
Topik:
