BREAKINGNEWS

Balik Jadi Positif, TBS Energi (TOBA) Gapai Pendapatan USD86,2 Juta di Kuartal I

Balik Jadi Positif, TBS Energi (TOBA) Gapai Pendapatan USD86,2 Juta di Kuartal I
Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Juli Oktarina. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyampaikan laporan kinerja bisnis yang menunjukkan perubahan positif di kuartal I-2026. Perseroan berhasil mengurangi tekanan kerugian 83% secara tahunan atau year on year (yoy), dari USD58,9 juta dari USD9,5 juta karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.

Perseroan berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang signifikan. Indikator keuangan utama menunjukkan performa yang solid dengan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 20,5% menjadi USD86,28 juta di kuartal I-2026, dari USD71,51 juta per 31 Maret 2025.

Lini bisnis pengelolaan limbah kini menjadi kontributor utama perusahaan dengan penyumbang 60% dari total pendapatan konsolidasi dan 93% dari total EBITDA disesuaikan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69% atau 5,5 lipat, dari USD9,4 juta menjadi USD51,9 juta.

"Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan Perseroan. Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," kata Direktur TBS Juli Oktarina di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Bisnis pengelolaan limbah, bilang dia, menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global, segmen ini terbukti mampu memberikan arus pendapatan yang stabil dan berulang, dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi. 

Di sektor energi hijau, pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) berkapasitas 6 MW sudah beroperasi penuh dan menyumbang pendapatan sekitar USD3,2 juta. Sementara itu, proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung berkapasitas 46 MWp masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Dari sisi kendaraan listrik, kinerja bisnis melalui Electrum juga tumbuh pesat. Pendapatan dari penjualan dan penyewaan meningkat hampir 2,5 kali lipat atau naik 137,82%, dari USD1,3 juta menjadi USD3,2 juta. 

Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi operasional, dengan jumlah motor listrik yang digunakan meningkat dari 5.100 unit pada Maret 2025 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Electrum juga memperluas infrastruktur dengan menghadirkan 426 stasiun penukaran baterai (battery swapping), naik 37% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 310 unit.

Di sisi lain, pada segmen batu bara, perusahaan fokus menjaga efisiensi. Biaya operasional berhasil ditekan 5,8% menjadi USD42,5 per ton. Strategi ini membantu menjaga stabilitas bisnis di tengah fluktuasi harga, dengan margin laba kotor tetap terjaga di level 15,8% pada kuartal I-2026.

"Capaian pada kuartal I-2026 ini merupakan bagian dari peta jalan TBS untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan. Dengan posisi kas sebesar USD103,3 juta dan manajemen modal kerja yang disiplin, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada tahun 2030," tutup dia.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

TBS Energi (TOBA) Gapai Pendapatan USD86,2 Juta di Kuartal I | Monitor Indonesia