BULOG Pastikan Harga Beras Stabil, Distribusi SPHP 2026 Tembus 380 Ribu Ton

Jakarta, MI - Perum BULOG terus mengakselerasi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 guna memastikan harga tetap terkendali dan pasokan tersedia di seluruh Indonesia. Dengan dukungan stok cadangan beras pemerintah yang mencapai lebih dari 5 juta ton, distribusi dilakukan tanpa jeda sejak awal tahun.
Hingga akhir April 2026, realisasi penyaluran beras SPHP tercatat menembus lebih dari 380 ribu ton. Rinciannya, sebanyak 221 ribu ton disalurkan pada Januari–Februari, sementara 167,3 ribu ton lainnya merupakan distribusi lanjutan pada Maret hingga April. Capaian ini menunjukkan kesinambungan program tanpa hambatan transisi di awal tahun.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa sepanjang tahun ini BULOG mendapat penugasan untuk menyalurkan total 828 ribu ton beras SPHP. Penugasan tersebut mengacu pada kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
“Penyaluran beras SPHP ini dilakukan sepanjang tahun sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Rizal, Kamis (30/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, BULOG memperluas jaringan distribusi agar jangkauan semakin merata. Penyaluran dilakukan melalui pedagang pasar rakyat, BUMN, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet binaan pemerintah daerah, hingga koperasi instansi. Selain itu, distribusi juga didukung TNI dan Polri, termasuk melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Jaringan distribusi turut diperkuat melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia. BULOG juga menggandeng ritel modern dan swalayan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP.
Beras SPHP sendiri disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas medium dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi ditetapkan Rp12.500 per kilogram. Zona 2 mencakup Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, serta Kalimantan sebesar Rp13.100 per kilogram. Sementara Zona 3 yakni Maluku dan Papua dipatok Rp13.500 per kilogram.
“Upaya stabilisasi ini juga didukung oleh ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kami kelola dalam kondisi sangat kuat, mencapai lebih dari 5 juta ton per akhir April 2026,” tambahnya.
Dengan stok yang memadai, jaringan distribusi yang luas, serta sinergi lintas sektor, BULOG memastikan program SPHP berjalan optimal sepanjang 2026 demi menjaga stabilitas harga beras sekaligus menjamin akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Topik:
