Penjualan Naik, Laba ICBP Tertekan Efek Kurs di Awal 2026

Jakarta, MI - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja yang cukup beragam pada kuartal I 2026. Penjualan meningkat, tetapi laba bersih justru mengalami penurunan akibat tekanan dari nilai tukar.
Berdasarkan keterangan resmi perseroan, seperti diberitakan Sabtu (2/5/2026), ICBP membukukan penjualan bersih sebesar Rp21,72 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, naik sekitar 8% dibandingkan Rp20,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, peningkatan penjualan tersebut tidak sepenuhnya berdampak pada keuntungan. Laba usaha tercatat turun 10% menjadi Rp4,62 triliun dari sebelumnya Rp5,15 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya keuntungan dari selisih kurs mata uang asing dalam aktivitas operasional.
Meski demikian, kinerja operasional perusahaan masih tergolong solid. Margin laba usaha tetap terjaga di kisaran 21,3%, menunjukkan bisnis inti perusahaan masih cukup kuat di tengah tekanan eksternal.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,57 triliun, turun tipis 3% dibandingkan Rp2,66 triliun pada kuartal I 2025.
Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim menyatakan, kinerja awal tahun ini masih menunjukkan tren positif dari sisi penjualan dan stabilitas margin.
"Tapi, fluktuasi nilai tukar menjadi tantangan yang perlu diantisipasi," kata dia.
Ke depan, perusahaan akan tetap fokus beradaptasi dengan kondisi pasar, memanfaatkan peluang pertumbuhan, serta menjaga kondisi keuangan agar tetap sehat.
Topik:
