Saham GOTO Turun 5%, Asing Ramai Jual Usai Aturan Potongan Aplikator

Jakarta, MI - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan cukup besar di pasar pada perdagangan Senin (4/5/2026).
Tekanan ini muncul setelah adanya sinyal kebijakan pemerintah terkait penurunan potongan aplikator serta rencana keterlibatan negara melalui Danantara.
Pada hari tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp172,79 miliar. Harga saham GOTO pun turun 5,56% ke level 51, menjadikannya salah satu saham dengan pelemahan terbesar hari itu.
Meski tertekan, aktivitas perdagangan GOTO justru sangat tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun dengan volume 264,29 juta saham dan frekuensi sekitar 90 ribu kali transaksi.
Dari sisi arus dana, tekanan jual asing di GOTO termasuk yang terbesar, meski masih di bawah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell Rp316,82 miliar. Tekanan juga terjadi pada saham lain seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Sentimen negatif terhadap GOTO dipicu kebijakan pemerintah yang akan memangkas potongan aplikator. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa potongan tidak boleh melebihi 8%, turun dari sebelumnya sekitar 20%.
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pendapatan pengemudi ojek online, sehingga mereka bisa menerima minimal 92% dari penghasilan.
Selain itu, pemerintah juga mewajibkan perusahaan platform menyediakan perlindungan sosial seperti jaminan kecelakaan kerja dan akses BPJS Kesehatan.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad juga menyampaikan rencana penyesuaian potongan aplikator sebagai langkah awal kebijakan tersebut.
Kombinasi kebijakan ini membuat pelaku pasar merespons dengan hati-hati, karena berpotensi menekan margin bisnis perusahaan platform digital seperti GOTO.
Topik:
