BREAKINGNEWS

Dua Petinggi Emiten CEKA Kompak Mundur di Tengah Tekanan Laba

Dua Petinggi Emiten CEKA Kompak Mundur di Tengah Tekanan Laba
Fasilitas operasional dari PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) tengah menghadapi perubahan besar di jajaran manajemen setelah Presiden Direktur Erry Tjuatja mengajukan pengunduran diri pada Selasa (5/5/2026).

Keputusan tersebut nantinya akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026. 

Erry telah menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 2017. Sebelumnya, manajemen CEKA juga juga telah menerima pengunduran diri Presiden Komisaris, Darwin Indigo pada Selasa (21/4/2026). 

Sama seperti direksi, keputusan final terkait hal ini akan ditentukan dalam RUPS mendatang.

Di tengah perubahan manajemen, kinerja keuangan CEKA pada 2025 menunjukkan hasil yang beragam. Pendapatan perusahaan tumbuh cukup kuat sebesar 21,62% menjadi Rp9,73 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun.

Namun, laba bersih justru turun tajam 40,11% menjadi Rp194,59 miliar dari Rp324,94 miliar. Penurunan ini dipengaruhi tekanan di industri minyak nabati, termasuk fluktuasi harga komoditas dan meningkatnya biaya operasional global.

Memasuki 2026, manajemen melihat prospek industri kelapa sawit dan turunannya masih cukup baik, didukung permintaan domestik yang tetap tinggi.

Untuk itu, CEKA membidik laba sebelum pajak sebesar Rp268,16 miliar pada 2026. Target ini akan dicapai melalui peningkatan produksi, pengembangan produk bernilai tambah, serta efisiensi biaya

Seiring kabar pengunduran diri manajemen, harga saham CEKA turun 2,08% atau 50 poin ke level Rp2.350 per saham. Meski begitu, dalam sebulan terakhir sahamnya masih mencatat kenaikan sekitar 4,9%.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

2 Petinggi Emiten CEKA Kompak Mundur di Tengah Tekanan Laba | Monitor Indonesia