OJK Terima 4 Paket Usulan Calon Direksi BEI, Ini Daftarnya

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah menerima empat paket calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Pengajuan ini masuk hingga batas akhir pada 4 Mei 2026.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pasar Modal, Perdagangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi secara daring, seperti diberitakan Rabu (6/5/2026).
"Sebanyak 4 paket memiliki jumlah direksi 7 orang, artinya ada 28 nama calon direksi BEI yang telah mendaftar ke OJK," kata Hasan.
Sejumlah nama besar turut dirumorkan masuk dalam bursa calon Direktur Utama BEI. Dari internal BEI, ada Jeffrey Hendrik.
Selain itu, muncul juga nama Iding Pardi yang merupakan Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Oki Ramadhana, yang merupakan Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas.
Kandidat lain yang disebut adalah Laksono Widodo dari BRI Danareksa Sekuritas dan mantan Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Edwin Ridwan.
Hasan menyatakan, saat ini OJK masih melakukan pemeriksaan administrasi serta penelusuran rekam jejak seluruh kandidat. Proses ini mencakup penilaian integritas, kompetensi, hingga reputasi keuangan masing-masing calon.
Hasan menegaskan, kandidat yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat arah strategis BEI ke depan. Ia juga menyebut latar belakang para kandidat cukup beragam, mulai dari pelaku pasar modal hingga profesional di sektor keuangan dan teknologi.
Sebagaimana diatur dalam POJK 58 Tahun 2016, kata Hasan, proses pemilihan dilakukan melalui pengajuan paket oleh pemegang saham BEI. Selanjutnya, para kandidat harus mengikuti uji kemampuan dan kepatutan sebelum ditetapkan.
Melalui proses seleksi ini, OJK ingin memastikan direksi BEI ke depan diisi oleh sosok yang profesional, independen, dan berintegritas tinggi.
Topik:
