Ada Dugaan Pungli di UP3 Sofifi, PLN Buka Suara

Jakarta, MI - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan maladministrasi dalam pelayanan kelistrikan di wilayah PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi kian menguat.
Sejumlah warga mengaku dipersulit saat mengurus pemasangan listrik baru melalui jalur resmi, sementara jalur tidak resmi justru disebut lebih cepat, dengan biaya jauh lebih mahal.
Adanya dugaan itu, PLN melalui UP3 Sofifi buka suara. Manager PLN UP3 Sofifi, Ilham Sunda Diputra mengatakan, pihaknya terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, terutama di lini layanan pelanggan dan berkomitmen mencegah praktik suap, gratifikasi, dan kecurangan.
Untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan, masyarakat diimbau mengajukan layanan melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk pasang baru, tambah daya, dan penyambungan sementara.
"Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat memantau proses secara real-time serta mengetahui rincian biaya yang jelas dan resmi," kata dia kepada Monitorindonesia.com, Rabu (6/5/2026).
Dia menegaskan, seluruh petugas PLN di lapangan dilengkapi identitas yang dapat diverifikasi dan bekerja sesuai prosedur yang berlaku.
"Masyarakat diimbau berhati-hati apabila menemukan pihak yang mengatasnamakan PLN dan menawarkan layanan di luar mekanisme resmi," tegas dia.
Lanjut dia menyatakan, PLN berkomitmen terus menghadirkan layanan yang bersih, transparan, dan berintegritas bagi seluruh pelanggan.
Warga Mengeluh Dugaan Pungli di PLN UP3 Sofifi
Salah satu warga Sofifi, Djasman Abubakar mengungkapkan berbagai kendala yang dialaminya bersama warga lain terkait pemasangan listrik baru di wilayah tersebut.
Ia menilai praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap layanan dasar negara.
"Praktik ini diduga merugikan masyarakat dan berpotensi merugikan keuangan negara maupun perusahaan," tegas Djasman.
Topik:
