IHSG Diprediksi Melemah Kembali di Sepanjang Hari Ini

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melemah pada perdagangan Selasa (12/5/2026), setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,92 persen ke level 6.905,6.
Berdasarkan riset dari Phintraco Sekuritas, IHSG sempat bergerak rebound terbatas setelah muncul kabar bahwa Menteri ESDM menunda penerapan kenaikan tarif royalti tambang untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak guna menyusun formula yang lebih adil bagi seluruh pihak.
Namun sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Pasar kembali tertekan setelah Menteri Keuangan memastikan aturan penyesuaian tarif royalti tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026 melalui penerbitan Peraturan Presiden.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.400 per dolar AS juga menambah tekanan terhadap pasar saham domestik.
Di sisi global, mayoritas bursa saham Asia turut ditutup melemah seiring kenaikan harga minyak dunia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan menolak proposal perdamaian dari Iran.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator pasar masih menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan.
"Histogram negatif MACD kembali melemah dan terjadi death cross stochastic RSI di area pivot. IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support di kisaran 6.750 hingga 6.850,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Sedangkan MNC Sekuritas juga memprediksi IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.645-6.838. Meski berpeluang menguat, pergerakan indeks diperkirakan masih terbatas di area resistance 6.972-7.012.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan untuk trading, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Topik:
