Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih akan berlangsung cukup lama. Kondisi itu akan membuat harga minyak mentah dunia tetap tinggi dan sulit turun dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Purbaya, setelah mempelajari pendekatan diplomasi Amerika Serikat terhadap Iran, ia melihat peluang tercapainya kesepakatan damai masih cukup kecil.
"Saya melihat desain negosiasi yang ditawarkan Amerika kepada Iran seperti syarat untuk pihak yang kalah perang. Kemungkinan besar itu akan ditolak Iran, jadi konflik ini tampaknya masih akan berlangsung panjang," kata dia di Jakarta, seperti diberitakan Rabu (13/5/2026).
Ia menilai situasi geopolitik tersebut berpotensi terus menekan sektor energi global, termasuk meningkatkan harga minyak dunia. Dampaknya, Indonesia harus menghadapi biaya impor energi yang lebih besar.
Maka dari itu, Purbaya mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu langkah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan menekan impor energi.
“Kalau penggunaan kendaraan bisa dialihkan ke listrik, impor BBM kita bisa berkurang cukup besar,” jelasnya.
Lanjut dia mengatakan, pasokan listrik nasional saat ini sebenarnya masih sangat berlimpah. Bahkan, ada sebagian kapasitas listrik yang belum terpakai tetapi tetap harus dibayar pemerintah.
Purbaya memperkirakan sekitar 30 persen kapasitas listrik nasional masih menganggur.
Untuk itu, pemanfaatan kendaraan listrik dinilai bisa menjadi solusi yang saling menguntungkan, baik untuk mengurangi subsidi listrik maupun menekan impor BBM.
"Ada kapasitas listrik yang sudah dibayar tetapi belum digunakan. Saya ingin kapasitas itu dimanfaatkan supaya subsidi PLN bisa berkurang dan impor BBM juga menurun," ungkap Purbaya.
Purbaya sempat memperkirakan konflik Iran dan Amerika Serikat bisa mereda pada September 2026, bertepatan dengan agenda politik di AS. Namun kini, ia menilai perang berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
"Awalnya saya pikir konflik bisa selesai sekitar September karena ada momentum politik di Amerika. Tapi sekarang bisa saja berlangsung lebih lama, jadi kita harus terus bersiap,” tutupnya.

