Jakarta, MI - Danantara bersama BP BUMN terus memperkuat pengelolaan aset negara agar memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. Langkah ini dilakukan melalui penguatan tata kelola, strategi investasi yang disiplin, dan pengelolaan portofolio yang lebih profesional.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Danantara disebut berhasil mengoptimalkan aset-aset BUMN melalui pendekatan investasi yang lebih terukur, inovatif, dan berbasis manajemen risiko.
Strategi ini dinilai mampu meningkatkan imbal hasil sekaligus memperkuat kontribusi BUMN terhadap pendapatan negara.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan BUMN harus menjaga profitabilitas dengan memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan efisiensi operasional.
"BUMN harus memastikan setiap aset dan modal yang dikelola dapat bekerja optimal untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).
Selain fokus pada keuntungan, BP BUMN dan Danantara juga mendorong seluruh BUMN agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan bisnis.
"Fokus tersebut mencakup pengendalian biaya, optimalisasi aset, kemampuan membaca dinamika pasar global, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan mitigasi risiko investasi," ujar Dony.
Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap nilai kekayaan negara yang dikelola BUMN dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.
"Peningkatan kinerja dan profit BUMN diharapkan mampu memperbesar dividen negara, meningkatkan nilai aset nasional, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas dia.

