Jakarta, MI - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) masih mengalami kinerja yang negative di sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, TAXI mencatat kerugian sebesar Rp19,57 miliar sepanjang 2025. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang rugi Rp1,78 miliar.
Akibatnya, rugi per saham TAXI ikut membengkak menjadi Rp1,91 dari sebelumnya Rp0,17 per saham.
Pendapatan perusahaan juga turun 10% menjadi Rp3,5 miliar, dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3,89 miliar. Sedangkan beban pokok pendapatan turun menjadi Rp3,36 miliar dari Rp3,76 miliar.
Meski laba kotor naik tipis menjadi Rp141,11 juta, tekanan beban operasional membuat kinerja perusahaan tetap terpuruk. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp4,63 miliar dari sebelumnya Rp4,05 miliar.
Selain itu, perusahaan juga membentuk cadangan penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp2,12 miliar yang sebelumnya tidak ada. Kondisi ini membuat rugi usaha TAXI melebar menjadi Rp4,49 miliar.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perusahaan juga mengalami tekanan. Total ekuitas turun menjadi Rp35,7 miliar dari sebelumnya Rp55,26 miliar. Defisit perusahaan membengkak menjadi Rp1,3 triliun.
Sementara total aset turun menjadi Rp38,93 miliar dari Rp58,92 miliar pada tahun sebelumnya.
TAXI Tidak Punya Pemegang Saham Pengendali
Per 30 April 2026, TAXI tercatat tidak lagi memiliki pemegang saham pengendali. Mayoritas saham perusahaan kini berstatus free float dengan porsi mencapai 94,48% atau sekitar 9,65 miliar saham.
Beberapa pemegang saham TAXI antara lain:
- PO Susanto: 5,52%
- Robert: 4,4%
- Lauw Susanto: 3,96%
- Agus Prayitno: 1,77%
- Andi Indarto Hartono: 1,23%
- Verawaty Ling: 1,05%

