BREAKINGNEWS

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan stabil, didukung meningkatnya penyaluran pembiayaan serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan total aset perbankan syariah tumbuh 10,49% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp1.061,61 triliun hingga Maret 2026.

"Penyaluran pembiayaan juga meningkat 9,82% yoy menjadi Rp716,40 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pembiayaan nasional," kata dia dalam keterangan resminya.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau dana masyarakat yang dihimpun bank syariah naik 11,14% (yoy) menjadi Rp811,76 triliun.

OJK juga mencatat rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) mencapai 87,65%, menunjukkan fungsi intermediasi perbankan syariah semakin kuat dalam mendukung sektor riil.

Dari sisi kualitas pembiayaan, kondisi industri dinilai tetap sehat. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) Gross tercatat 2,28%, sedangkan NPF Net berada di level 0,87%.

Menurut Dian, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu hasil dari transformasi dan penguatan industri perbankan syariah yang dijalankan melalui Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027.

OJK menegaskan akan terus mengawal implementasi roadmap tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan industri perbankan syariah nasional.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun | Monitor Indonesia