BREAKINGNEWS

Harga Minyak Dunia Melonjak usai PLTN UEA Diserang Drone Misterius

Harga Minyak Dunia Melonjak usai PLTN UEA Diserang Drone Misterius
Serangan Drone ke PLTN UEA Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan Senin (18/5/2026) di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Pemicu terbarunya adalah serangan drone misterius yang menyebabkan kebakaran di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab.

Ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) juga memunculkan spekulasi bahwa Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 05.02 WIB, harga minyak mentah Brent naik US$1,36 atau 1,24% menjadi US$110,62 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,84 atau 1,75% ke level US$107,26 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah serangan drone memicu kebakaran di area pinggir PLTN Barakah milik UEA pada Minggu (17/5/2026). Peristiwa tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi pecahnya kembali konflik besar di kawasan Timur Tengah di tengah gencatan senjata Iran yang masih rapuh.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Pemerintah UEA juga belum secara resmi menyebut pelaku di balik insiden tersebut.

Meski demikian, sebelumnya UEA menuduh Iran melancarkan serangan drone dan rudal dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi energi dunia.

Otoritas nuklir UEA memastikan kebakaran yang terjadi tidak memengaruhi keamanan fasilitas nuklir. Seluruh reaktor disebut tetap beroperasi normal tanpa adanya korban jiwa maupun kebocoran radiasi.

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional menyatakan serangan drone memicu kebakaran pada generator listrik sehingga salah satu reaktor harus menggunakan generator diesel darurat.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengaku khawatir atas insiden tersebut. Dalam pernyataannya, IAEA menegaskan bahwa aktivitas militer yang mengancam keselamatan fasilitas nuklir tidak bisa diterima.

PLTN Barakah diketahui menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir pertama sekaligus satu-satunya di kawasan Arab. Fasilitas senilai US$ 20 miliar itu dibangun bersama Korea Selatan dan mulai beroperasi sejak 2020.

Pembangkit tersebut memasok sekitar seperempat kebutuhan listrik UEA. Lokasinya berada dekat perbatasan Arab Saudi, sekitar 225 kilometer dari Abu Dhabi.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Harga Minyak Dunia Melonjak usai PLTN UEA Diserang Drone Mis | Monitor Indonesia