BREAKINGNEWS

Menkeu: Kondisi Ekonomi RI Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998

Menkeu: Kondisi Ekonomi RI Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan investor tidak panik menghadapi pelemahan rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat melemah hingga Rp17.680 per dolar AS, sementara IHSG sempat turun tajam ke level 6.401.

Meski demikian, Purbaya menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan krisis moneter 1997–1998.

"Kalau rupiah melemah lalu dianggap kita akan kembali seperti 1997-1998, itu berbeda,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, krisis 1998 terjadi akibat kebijakan ekonomi yang keliru dan kondisi resesi yang sudah berlangsung cukup lama sebelum muncul gejolak sosial dan politik.

“Waktu itu kebijakannya salah dan instabilitas sosial politik muncul setelah hampir setahun resesi. Pertengahan 1997 kita sudah masuk resesi,” katanya.

Sedangkan kejadian saat ini, lanjut Purbaya, ekonomi Indonesia masih tumbuh cukup kuat sehingga pemerintah masih memiliki ruang untuk menjaga stabilitas dan memperbaiki kondisi pasar.

“Sekarang kita belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya,” tegas Purbaya.

Di tengah tekanan pasar, Purbaya juga meminta investor saham tidak takut menghadapi koreksi IHSG. Bahkan, ia menilai kondisi saat ini bisa menjadi peluang membeli saham di harga murah.

“Investor pasar saham jangan takut, ini bisa jadi momentum serok bawah,” ujarnya.

Dia pun optimistis pasar saham akan kembali pulih dalam waktu dekat.

“Kalau melihat teknikalnya, satu sampai dua hari bisa kembali naik. Jadi jangan lupa beli saham kita lagi,” tutupnya.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Menkeu: Kondisi Ekonomi RI Saat Ini Berbeda dengan 1998 | Monitor Indonesia